Kenapa Harus Vaksin? [Hepatitis A & Demam Tifoid]

Kenapa harus Vaksin? Pertanyaan yang sering kali kita dengar atau mungkin yang sering kita ucapkan ketika kita disuruh atau mungkin menyuruh (merekomendasi) seseorang untuk melakukkan yang namanya vaksin.

Sebenarnya, apasih itu vaksin? Menurut artikel dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia (DEPKES RI) Vaksin adalah suatu zat yang merupakan merupakan suatu bentuk produk biologi yang diketahui berasal dari virus, bakteri atau dari kombinasi antara keduanya yang dilemahkan. Vaksin diberikan kepada individu yang sehat guna merangsang munculnya antibodi atau kekebalan tubuh guna mencegah dari infeksi penyakit tertentu.

Nah, aku sebagai seseorang yang suka dan memang hobi ku untuk melakukkan wisata kuliner dan travel-ing ternyata 19 kali lebih rentan terkena penyakit, khususnya Hepatitis A dan Demam Tifoid.

Berkesempatan untuk hadir di acara Stay Healthy during Culinary Trip yang diselenggarakan di Jakarta, 22 September 2019, aku dibekali banyak banget pengetahuan bagaimana dan apa saja manfaat vaksin buat aku yang sering banget kulineran dan berpergian kemana mana.

WhatsApp Image 2019-10-05 at 23.49.38

Nah, ketika kita melihat gambar diatas, jelas terbukti bahwa resiko penyakit akibat makanan memang sangat terpampang nyata didepan kita, bahkan tidak menjamin kita terbebas dari penyakit apabila kita tinggal di hotel berbintang sekalipun.

WhatsApp Image 2019-10-05 at 23.49.39(2)

Sebagai pembicara, dr. Suzy Maria, SpPD – Divisi Alergi Imunologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan dengan sangat rinci dan jelas tentang bahaya yang mengintai kita ketika sedang culinary trip (khususnya Hepatitis A dan Demam Tifoid)

WhatsApp Image 2019-10-05 at 23.49.39(1)

dr. Suzy Maria menambahkan juga, bahwa ketika kita mengkonsumsi makanan yang terlihat bersih, belum tentu juga lagi lagi kita terhindar dari penyakit akibat makanan.

Dijelaskan, pada saat melakukan wisata kuliner, berbagai penyakit seperti demam tifoid dan hepatitis A mengintai kita. Dalam sehari, seorang traveler berisiko 19 kali tertular penyakit. Bahkan mengonsumsi makanan yang terlihat bersih sekalipun, tidak berarti terhindar dari risiko tertular penyakit.

Hepatitis A dan Demam Tifoid merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman. Penularannya dapat terjadi akibat menkonsumsi makan kuliner khas daerah, minuman lokal, membersihkan gigi, mencampur es ke dalam minuman, sampai pada saat menggunakan toilet umum.

Jika kita tertular atau terserang virus Hepatitis A, maka kita berpotensi untuk menderita penyakit Infeksi pada hati. Begitupun pada saat terserang bakteri tifoid, maka berpotensi untuk terkena demam tifoid (tipus), penyakit pada saluran cerna yang disebabkan oleh bakteri “Salmonella Typhi”. Jika tidak ditangani dengan benar, demam tifoid bisa menjadi fatal dan berpotensi menyebabkan kanker kandung empedu ataupun pembawa kronis.

HEPATITIS A

HEPA A

Hepatitis A adalah penyakit Infeksi pada hati yang disebabkan oleh serangan virus hepatitis A yang pada umumnya ditularkan secara fecal-oral, melalui makanan atau minuman terkontaminasi.

GEJALA

Gejala penyakit hepatitis A adalah demam, lesu, mual, hilang nafsu makan, kuning (kulit dan mata), sakit perut, muntah, tinja dan urin berwarna gelap2

Hepatitis A biasanya berlangsung selama 3-6 minggu dan masa penyembuhan secara klinis dan biokimiawi memerlukan waktu selama 6 bulan.

Faktor yang paling berpengaruh terhadap keparahan penyakit ini adalah faktor usia, dimana semakin tua umur seseorang semakin berat gejalanya.

Diperkirakan 1,4 juta orang terinfeksi virus Hepatitis A setiap tahun dan bersirkulasi hampir di semua negara berpenghasilan rendah dan menengah.

PENCEGAHAN

Pencegahan dari virus Hepatitis A yang terbaik dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi Hepatitis A sehingga tubuh akan membuat antibodi dan melawan virus tersebut. Vaksinasi Hepatitis A diberikan untuk anak usia 2 tahun keatas sebanyak dua kali dan dosis kedua diberikan dengan interval 6 hingga 12 bulan setelah dosis pertama.

MANFAAT VAKSIN

Manfaat vaksinasi Hepatitis A adalah memberikan kekebalan jangka panjang, tidak ditemukan efek samping yang berat, efek samping setelah vaksinasi biasanya ringan dan akan segera hilang.

Cara lain untuk melindungi diri dari virus Hepatitis A adalah dengan mencuci tangan secara rutin dengan baik dan benar, Tidak mengkonsumsi jajanan sembarangan, merebus air hingga mendidih.

DEMAM TIFOID

CYMERA_20180111_121057

Demam tifoid seringkali disebut Tipus, penyakit pada saluran cerna, disebabkan oleh bakteri “Salmonella Typhi” Penyakit tersebut ditularkan melalui makanan atau air (minuman) yang tercemar kotoran penderita atau pembawa Demam Tifoid13

GEJALA

Gejala penyakit ini sulit dibedakan dengan penyakit saluran cerna lain, biasanya orang tua menyebutnya “gejala tipus”. Gejala Demam Tifoid meliputi gejala khas yang terjadi adalah suhu tubuh perlahan tinggi setiap harinya (step ladder), terutama menjelang sore dan sulit turun walau sudah diberikan penurun panas serta adanya bercak merah sehingga dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan, gejala umum dari penyakit ini adalah demam tinggi, sakit kepala, mual, sakit perut, hilang nafsu makan, sembelit atau diare, gejala muntah dan tidak mau minum bisa menyebabkan dehidrasi yang berakibat pada penurunan kesadaran dan gejala yang lebih berat.

Di akhir minggu kedua atau awal minggu ketiga sering kali muncul komplikasi seperti peritonitis dan perdarahan pada saluran cerna, bahkan bisa menjadi perforasi (kebocoran usus) akibat “Salmonella Typhi” menggerogoti lapisan mukosa usus, Jika tidak ditangani dengan benar bisa menjadi fatal dan menyebabkan kanker kandung empedu dan pembawa kronis memegang peranan penting sebagai reservoar dalam transmisi Salmonella Typhi.

Saat ini, Salmonella Typhi sudah dianggap endemik di banyak negara berkembang. Diperkirakan 26.000.000 orang diseluruh dunia menderita Demam Tifoid setiap tahun dan 215.000 orang meninggal setiap tahun karena Demam Tifoid. Dengan kata lain satu orang meninggal dunia dalam 2 menit karena Demam Tifoid. Di Indonesia terjadi 500 kasus Demam Tifoid setiap 100.000 penduduk.

PENCEGAHAN

Cara terbaik melindungi diri dari penyakit Demam Tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi Demam Tifoid yang berfungsi memberikan rangsangan (berupa Vaksin) agar tubuh memproduksi zat kekebalan (berupa antibodi) terhadap suatu penyakit.

MANFAAT VAKSIN

Dengan satu kali pemberian vaksinasi demam Tifoid memberikan kekebalan setidaknya selama 2 tahun. Vaksin Demam Tifoid bisa diberikan untuk anak usia 2 tahun dan keatas. Hal penting yang dapat dilakukan untuk terlindungi dari virus Demam Tifoid adalah dengan Mencuci tangan secara rutin, tidak mengkonsumsi jajanan sembarangan dan merebus air hingga mendidih.

58419912_738421739885211_2928453412745904128_n

Jadi, kenapa harus Vaksin sudah menjadi pertanyaan yang mungkin/akan segera dijawab dengan, saya harus Vaksin segera sebelum terlambat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, bukan?

Untuk info lebih lanjut, dapat mengunjugi instagram @KenapaHarusVaksin 😀

 

 

 

2 Replies to “Kenapa Harus Vaksin? [Hepatitis A & Demam Tifoid]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s